header-int

Seminar Nasional dengan tema Prospek Lembaga Keuangan Syariah dalam Perspektif Halal Industri

Rabu, 21 Nov 2018, 08:01:04 WIB - 28 View
Share
Seminar Nasional dengan tema Prospek Lembaga Keuangan Syariah dalam Perspektif Halal Industri

Seminar Nasional dengan tema Prospek Lembaga Keuangan Syariah dalam Perspektif Halal Industri yang diselenggarakan oleh STAI Denpasar Bali bekerja sama dengan IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam) Indonesia & Bank Mandiri Syari'ah pada hari Sabtu, 17 November 2018 pukul 08.45 Wita di Ball room Hotel Neo jln.Gatot Subroto. Acara dibuka oleh MC dari mahasiswi STAI Denpasar Bali yakni saudari Dyah Soelistya Jekti dengan membaca Al Fatiha dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh mahasiswa STAI Denpasar Bali, yakni saudara Irham Asyiri dan sari tilawah saudari Olive.

Memasuki acara kedua yaitu sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Kurniawati, dosen sekaligus ketua panitia dalam acara ini. Beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada para peserta yang telah hadir dalam seminar nasional yang mana tujuan dari kegiatan ini adalah para peserta bisa mendapatkan gambaran untuk melihat peluang lembaga keuangan syariah didalam industri yang sangat dinamis. Harapan beliau agar para peserta dapat memiliki manfaat dan ilmu penyuluhan dari para pembicara yang telah hadir dan bisa mempererat kerja sama, memberikan transfer ilmu dan informasi serta memberikan perhatian khusus kepada STAI Denpasar Bali untuk bisa mengembangkan Ekonomi Islam di provinsi Bali.

Sambutan kedua disampaikan oleh ketua STAI Denpasar Bali, Jumari, S.P., M.Pd. "IAEI berdiri tahun 2004 di Jakarta kemudian berkembang dan hadir di Bali pada tahun 2016 sebagai kumpulan dan wadah akademisi dan praktisi yang konsen terhadap ekonomi syari'ah. IAEI adalah wadah perkumpulan para akademik. 4 program utama IAEI yaitu : pengkajian, pengembangan, pendidikan dan sosialisasi." ujar Beliau. Usai sambutan, Ketua STAI Denpasar tersebut membuka kegiatan seminar nasional yang dilanjutkan dengan doa dipimpin langsung oleh Drs. H. Achmad Qosim, M.Pd.I.

Acara selanjutnya yakni pelantikan IAEI komisariat STAI Denpasar Bali, IAEI komisariat STAI Istiqlal Buleleng Bali dan IAEI komisariat STIT Jembrana Bali periode 2018-2022 yang dilantik langsung oleh penasehat DPP IAEI Pusat sekaligus ketua Indonesia Halal Lifestyle Centre yakni bapak Sapta Nirwandar.

Setelah pelantikan, acara dilanjutkan dengan seminar nasional ekonomi islam dengan tema "Prospek Lembaga Keuangan Syariah dalam Perspektif Halal Industri" yang di moderatori oleh Iswahyuni, S.p, M.MA dengan narasumber pertama Bapak Sapta Nirwandar selaku ketua Indonesia Halal Lifestyle Centre. materi yang beliau sampaikan yaitu Halal adalah sesuatu yang boleh dilakukan, digunakan atau dikonsumsi menurut hukum islam. Thayyib bermakna baik yang mencangkup keselamatan, kesehatan, Lingkungan, keadilan, serta keseimbangan alam. Firman Allah SWT tentang Halal Thayyib :

"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu". ( Q.S. Al-Baqarah [2:168] ).

Selain fiqih, halal juga bisa dimengerti dengan ilmu-ilmu " Science dan Technology " dibarengi dengan ilmu Ekonomi dan bisnis. Halal merupakan Brand Global.
Ada 10 sektor Halal industri yaitu : Halal & Food, Finance, Travel, Fashion, Media & pecrearional, Pharmacentical, Cosmetics, Education, Medical Care&Welleness, Art & Culture. Pada pembahasan ini beliau juga memberi banyak ilmu tentang proses, perkembangan dan keuntungan bisnis halal yang tersebar di seluruh dunia.

Materi kedua disampaikan oleh Trisna Nataliansyah (Regional Retail Manager Kanwil V BSM, Surabaya). Beliau menyampaikan bahwa perkembangan Ekonomi Syariah terus berkembang. Perbankan Syariah memiliki 3 komponen yaitu : Bank Umum Syariah, Unit Usaha Syariah dan BPRS. Ekspor produk halal di Indonesia berjumlah 21% dari seluruh kuota ekspor indonesia. Adapun tujuan Syariah yakni untuk kesejahterahan masyarakat.

Perbankkan Syariah merupakan penggerak Ekonomi Syariah. Indonesia memiliki 4 potensin Ekonomi Syariah yang mana sebagian besar penduduk Indonesia gerak kan. Dalam hal ini adanya dukungan dari pemerintah dan potensi yang besar sehingga Ekonomi Syariah di indonesia akan bertambah maju dan luas perkembangannya.

Adapun materi ketiga yang disampaikan oleh Raden Agrosandio, S.E, M.M (Akademik STAI Denpasar). Ada beberapa hal perlu diperhatikan untuk masuk Lembaga Keuangan Syariah yakni fungsi dasar, Leader Future, kompetensi diri, dan ikut mewujudkan visi misi Lembaga Keuangan Ekonomi Syariah. Langkah starategis penyiapan SDM diantaranya terdapat pada lembaga pendidikan, forum ekonomi, industri syariah, dan lembaga sertivikasi.

Menjelang akhir acara, moderator memberikan kesempatan kepada para peserta untuk bertanya tentang materi yang telah dibahas tadi. Dalam sesi ini banyak sekali peserta yang berantusias menyimak jawaban-jawaban dari Para narasumber.

Tepat pukul 12.26 Acara selesai ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri dan juga moderator.

(Red : Nira dan Fifi)
(Photografer : Riduwan dan Ikhwan)

Unidha Menjadikan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Denpasar sebagai Perguruan Tinggi yang berkualitas, profesional dan Islami serta berwawasan budaya dalam rangka mengembangkan masyarakat yang damai dan sejahtera.
© 2018 STAI Denpasar Bali Follow STAI Denpasar Bali : Facebook Twitter Linked Youtube