Login

Lost your password?
Don't have an account? Sign Up

Kegiatan PORSENI ke III STAI Denpasar Bali

Denpasar –  Minggu (1/2/2013), Acara penutupan Pekan Olahraga dan Seni (PORSSENI) III Sekolah Tinggi Agama Islam  (STAI) Denpasar resmi ditutup. Kependidikan Islam (KI) 5 keluar sebagai juara umum. Dengan jumlah point sembilan tak mampu di kejar lagi oleh Program Studi (Prodi) yang lain.

Hal ini kembali mengulang PORSENI I tahun 2012 silam, dimana saat itu KI 2011 (sekarang KI 5 ) berhasil meraih juara untuk pertama kalinya. Sedangkan pada PORSENI II, KI 2011 harus rela menyerahkan gelarnya kepada KI 2012 ( sekarang KI 3 ) dan puas di posisi “runner up”. Kini, nampaknya KI 2011 tak mau mengulangi kesalahan pada tahun lalu. Segala persiapan berupa fisik, mental serta strategi khusus telah disiapkan. Alhasil, gelar juara kembali berada ditangan.

Perolehan point KI 5 diawali dari lomba puisi kolosal, kontingen dari KI 5 yang dimotori oleh Musa Bahar dkk. berhasil menjadi runner up di bawah kontingen dari KI 3. Sedangkan untuk lomba khutbah, juara bertahan Yunus masih tetap menjadi yang terbaik pada PORSENI tahun ini.

Dominasi KI 5 mulai terlihat dari perlomba catur, pada babak semifinal menghadirkan “all KI 5 Semifinal “  yaitu Muhlisin, Insan, Maman dan Wiji. Akhirnya Wiji dan Maman yang keluar sebagai juara dan runner up. Kemudian untuk futsal three on Three mengahdirkan “all KI 5 Final” yaitu antara Botol FC melawan Victory FC yang dimenangkan oleh Victory FC. Sedangkan point-point lainnya diperoleh dari perlombaan Stand up commedy dengan Muhlisin yang mendapat juara ke 2, Master of Ceremony dengan Wiji sebagai juara ke 3, dan karya mading dengan mading Inspiratifnya meraih runner up.

“Ini tidak hanya sekedar tidak mengecewakan tapi sangat memuaskan, memang ini semua diluar dugaan kami. Selaku Korti, saya hanya mengajak teman-teman agar kompak, menanamkan semangat dan kebersamaan. Alhamdulillah kami kembali menjadi juara, hal yang pernah kami rasakan dua tahun lalu.” Ujar Muh. Muhlisin selaku koordinator tingkat KI 5.

Kemenangan KI 5 ini mendapat apresiasi dari berbagai belah pihak, dari ketua panitia misalnya, beliau mengatakan “ KI 5 memang pantas juara umum, karena mempunyai team yang handal dan solid. Serta penampilan KI 5 memang bermain bagus.” Kata Luckman Hakim.Senada dengan Ketua Panitia, Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Hari Susanto menganggap wajar jika KI 5 menjadi Juara Umum. Karena menurutnya, KI 5 memiliki orang-orang yang berbakat dan potensial. Secara psikologis, KI 5 juga memiliki kekompakan, rasa persahabatan, persaudaraan dan kebersamaan yang tinggi, hal tersebut penerapan dari petuah Penasehat KI 5 senanatiasa menanamkan motto “Bersama InsyaAllah Bisa”.  Didukung dengan kekuatan doa dari “genk Kami Tuo” dan teman-teman menjadi kekuatan tambahan untuk KI 5.

“Sebelumnya apresiasi yang besar dari kami atas nama BEM. Dengan kekompakan KI 5 yang terjalin selama ini, memang pantas gelar juara di berikan kepada mereka. Karena, kekompakan menjadi modal utama meraih gelar juara.” Ucap Oki Namud Aziz, Presiden BEM STAI Denpasar.

Oki juga menambahkan, jika kekompakan dari KI 5 ini terus dipertahankan dan dikembangkan maka salah satu efek positifnya bisa membawa harum nama STAI Denpasar. Dan masyhur dimasyarakat umum khusunya masyarakat Bali.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*