Login

Lost your password?
Don't have an account? Sign Up

STAI Denpasar Bali Mengurai Strategi Pembangunan Di Era Krisis

Di tengah-tengah krisis yang melanda Indonesia saat ini, STAI Denpasar Bali dalam rangka Kuliah Umum menghadirkan Dwi Iriani, pakar ekonomi syariah, dari Kementerian Keuangan RI, Jakarta. Dengan mengambil tema, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)/Sukuk Negara sebagai Instrumen Pembiayaan APBN dan Instrumen Investasi Berbasis Syariah. Acara tersebut digelar di Aula STAI Denpasar, Bali pada hari Kamis (17/9) lalu.

Dalam sambutannya, ketua STAID, Drs. H. Mahrusun, M.Pd.I, menegaskan acara tersebut dimaksudkan untuk membekali pemahaman mahasiswa secara teoritis maupun empiris, khususnya terkait dengan instrumen pembiayaan APBN dan instrumen investasi berbasis syariah.

Pemahaman ini sangat penting, tegasnya. Diharapkan nantinya para mahasiswa dapat terlibat langsung pada praktik ekonomi berbasis syariah yang bermanfaat untuk pembangunan nasional dalam mewujudkan masyarakat adil, makmur, dan sejahtera serta dapat berkontribusi memulihkan dan memperkuat sektor ekonomi nasional.

Sumber dana yang dapat menyokong APBN diungkapkan secara panjang lebar oleh narasumber, Dwi Iriani, yang dikembangkan dalam konsep, strategi dan kebijakan nasional bersinergi antarkementerian sehingga target pembangunan nasional dapat tercapai dengan baik.

Berbagai teknik pembiayaan APBN diungkap narasumber disertai data-data yang akurat sehingga memperjelas pemahaman para peserta kuliah umum yang diikuti oleh para dosen dan mahasiswa yang memenuhi seluruh ruang aula STAI Denpasar, Bali. 

Narasumber mengungkapkan bahwa pemerintah mempunyai komitmen besar dalam pengelolaan APBN yakni: (1). selalu mengupayakan pengelolaan keuangan negara secara optimal melalui peningkatan efisiensi dalam pengelolaan barang milik negara dan sumber pembiayaan anggaran negara; (2). secara terus-menerus mengadakan pengembangan berbagai instrumen keuangan yang mampu memobilisasi dana publik secara luas dengan permperhatikan nilai-nilai ekonomi, sosial dan budaya yang berkembang dalam masyarakat; (3). Agar dapat meraih peluang potensi sumber pembiayaan pembangunan nasional yang menggunakan instrumen keuangan berbasis syariah supaya dapat dimanfaatkan secara optimal; (4). melalui sektor ekonomi dan keuangan syariah sebagai bagian dari sistem perekonomian nasional akan digarap dengan baik, sebagaimana sebagian negara-negara Eropapun sudah mulai memasukkan sistem bank syariah sebagai strategi dan kebijakan internal bank mereka ; (5). merealisasikan pengelolaan dan pengaturan secara khusus, baik yang menyangkut instrumen maupun perangkat hukum yang diperlukan; (6). agar lebih berhasil penggelembungan dana yang bersumber dari investasi berbasis syariah diperlukan sosialisasi undang-undang tentang Surat Berharga Syariah Negara.

Signifikansi keberhasilan sosialisasi sangat positif. Sebab, potensi dana dalam negeri cukup besar. Manfaatnya jelas akan kembali kepada rakyaknya sendiri. Risikonya kecil dibanding dana yang berasal dari luar negeri. Karena itu, upaya-upaya optimalisasi dana yang berasal dari investasi dalam negeri perlu taktik tersendiri. Praktis kemudian bangsa kita lebih kebal dan lebih tangguh dari terpaan krisis global. Imam Muhayat, Nusa Dua, Bali.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*