Login

Lost your password?
Don't have an account? Sign Up

Kopertais XIV Mataram, STAI Denpasar Berkarakter Nahdliyin dan ASWAJA. Jadikan Basis Perjuangan

Kopertais XIV Mataram Dr. H. Nazar Naamy mengingatkan bahwa “kalian 65 yang diwisuda adalah kebanggan kami dan keluarga. Berbahagialah telah menyelasikan tahapan-tahapan akademik dijenjang strata 1. Jadilah orang yang mengedepankan akhlak dan budi pekerti. “

“Kita tidak ingin STAI dengan logo Bintang Sembilan meninggalkan karakter nahdliyin dan ahalussunnah wal jamaah (ASWAJA). Jadikanlah sebagai basis perjuangan.” Tegasnya
“Wawasan kebangsaan kita harus diperkuat dengan jargon NKRI Harga Mati, kita tidak menginginkan STAI Denpasar mengeluarkan alumni yang berpaham radikal, pemahaman yang kaku, dan pemahaman tentang kebangsaan yang tidak percaya tentang NKRI dan menganggap Pancasila thogut atau percaya kepada UU dalam kontek berbangsa disebut kafir.” Ungkap Ketua PCNU Lombok Barat
Dr. Nazar menyatakan bahwa “Kementrian agama memiiki fungsi dakwah dan menjaga NKRI, karena itu STAI harus memiliki karakter paham wasathiyah yang berada ditengah-tengah, apalagi kita berada ditengah-tengah umat mayoritas hindu. Kita sangat menghormati dan menghargai perbedaan, keyakinan kita dengan Bapak Gubernur berbeda, tapi bukan untuk dibeda-bedakan. Fikrah, amaliyah, dan harakah harus wasathiyah yaitu Islam rahmatan lil alamin kalau kita ingin hidup aman dan damai.” Tutur Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo
Dalam penutup orasi ilmiahnya bahwa “Hari ini dimedia sosial hampir kita tidak menemukan mana kebenaran yang substansial, diposisikan samar-samar dan keragu-raguan. Karena saat ini kebohongan bisa dikonstruksi bisa menjadi sebuah kebenaran. Sehingga kebenaran saat ini menjadi mahal. Oleh sebab itu, narasi-narasi yang aman dan damai itu tetap kita kembangkan dan itu tugas para cendekia dan sarjana yang memiliki pengetahuan tentang literasi media. “Pungkasnya (Syah)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*