Login

Lost your password?
Don't have an account? Sign Up

Penguatan Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah IAEI Bali dan NTB Persembahkan Webinar Ekonomi Islam

Pekan Webinar Ekonomi Islam diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam Bali dan DPW. IAEI Nusa Tenggara Barat secara online bekerja sama dengan KNEKS (Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syari’ah), Bank Indonesia Perwakilan Prov. Bali, dan Ekonomi Syari’ah dengan tema “Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Untuk Mensejahterakan Masyarakat”. (27/4/2021)

Wakil Ketua Umum VII IAEI Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo dalam sambutannya menyampaikan “bahwa untuk membentuk ekosistem yang ideal, terminologi dari pembangunan ekonomi dan keuangan syari’ah itu terbagi menjadi dua, pertama fondasi kebijakan dan kedua fondasi strategi pembangunan.”

“Bicara kebijakan kita perlu upaya bersama untuk pemenuhan landasan hukum, pemenuhan koordinasi awal dari sisi pembangunan infrastruktur ekonomi syari’ah tersebut, penguatan regulasi dan tata kelola, dan pengembangan kapasitas dan riset yang menjadi dasar keuangan ekonomi syari’ah dan kesadaran literasi publik.”

Jamil Abbas Kepala Divisi Inklusif Syari’ah KNEKS mengingatkan “bahwa berbicara tentang keuangan syariah semata-mata menjadi tanggungjawab teman-teman disyariah, padahal mereka hanya salah satu stakeholder. Jadi kalau bicara edukasi dan pembinaan itu menjadi tanggungjawab kita semua, baik peran dari kalangan ustadz, akademisi, dan setiap diri kita.” Terangnya

Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M. Ag Dekan FEBI UIN Mataram menyampaikan “sistem ekonomi syari’ah yang kita yakini dapat mengantarkan umat manusia kepada real welfare, kerangkanya adalah menuju kebahagiaan kesejahteraan yang sebenarnya. Penguatan ekosistem dan berkolaborasi antar stakeholder contoh institusi pendidikan baik sekolah, madrasah, dan pondok pesantren perlu menguatkan kembali perannya ikut membantu sebagai fasilitator dilapangan, guru, dosen dan para kiai serta tuan guru bisa memerankan dirinya lebih tidak hanya sebagai religius leader tapi bisa memerankan diri bergeser kearah ekonomi leader. Sehingga mampu mempercepat proses inklusi dari segi edukasi di tengah-tengah masyarakat karena mereka adalah figur sentral.”

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB Heru Saptaji “berharap ekonomi syariah itu dapat dirasakan oleh komunitas masyarakat kita. Ajaklah saudara-saudara kita itu bukan menjadi penonton tetapi menjadi pelaku dan agen dari kegiatan ekonomi di Negara kita. Dampingi masyarakat kita menjadi pelaku ekonomi baik disektor ekonomi riil maupun disektor lembaga keuangan syari’ah, contoh vanili komunitas yang luas dan melimpah di NTB, nyatanya hanya segelintir umat kita yang terlibat didalamnya, padahal potensi pasar ekspornya sedemikian besar dan luasnya baik ke Amerika, Jepang, Belanda, dan Prancis.” Ungkapnya

Trisno Nugroho selaku Kepala KPW Bank Indonesia Prov. Bali “mengingatkan kepada para peserta bahwa pariwisata di Bali menjadi tulang punggung yang sangat tergantung dengan pariwisata dan ini menjadi pengalaman. Jangan menaruh pilar pembangunan yang terlalu besar pada satu sektor, saya melihat di NTB pertanian doronglah dengan industrialisasi dan moderan sebagaimana harapan Bupati dan Gubernur. Pariwisata ini sebagai bonus karena rentan dengan natural distructure, virus dan lain sebagainya.” Tuturnya

Acara ini digelar via meeting zoom diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai daerah baik kalangan ekonom, dosen, mahasiswa dan lainnya juga didukung melalui channel you to be oleh IAEI TV. Hadir mengikuti kegiatan ini Ketua DPW IAEI Prov. Bali Jumari, SP. M.Pd, Ketua IAEI NTB Dr. KH. M. Zaidi Abdad, MA, DPW. IAEI Baiq el Badriati, Ketua Umum MUI Prov. Bali Drs. H. Mahrusun, M.Pd.I, DPW IAEI Sumatera Selatan Abdullah Rasjid, SE. M. Si. (Admin)

https://staidenpasar.ac.id

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*