Login

Lost your password?
Don't have an account? Sign Up

Wisuda IX, STAI Denpasar Bali Kukuhkan Gelar Sarjana Bagi 88 Wisudawan dan Wisudawati

Kamis, 16 Desember 2021 Senat Akademik Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar Bali menyelenggarakan Rapat Terbuka dalam rangka Wisuda IX Program Sarjana Strata 1 sebanyak 88 wisudawan dan wisudawati dengan tiga program studi Manajemen Pendidikan Islam, Ekonomi Syariah, dan Pendidikan Agama Islam di Aston Denpasar Hotel & Convention Center.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Dr. Suyitno, M. Ag “menyampaikan orasi ilmiahnya mengenai orang yang cenderung berpikirnya secara linear. Seseorang berpikir sesuai bidang dan kompetensi yang ditekuninya.“Bidang dimana seseorang menekuninya, disitulah dia berprofesi.”

“Beliau mengatakan dulu jika seseorang menekuni bidang pendidikan, maka akan berprofesi sebagai guru atau kepala sekolah, itu contoh yang konvensional,””Nah, revolusi industri mengubahnya sekarang, karena itu para alumni yang hari ini diwisuda berpikirnya masih konsistensi, siap-siaplah anda kecewa dengan konsistensi itu. ”Era anomali saat ini adalah era unpredictable (tak terduga). Oleh karenanya menjawab tantangan dengan hanya melalui pendekatan konvensional saja sekarang tidak cukup. Caranya adalah beradaptasi dengan tantangan zaman tersebut.“

Oleh karenanya, ada 3 hal agar kita bisa beradaptasi dengan era Anomali. Pertama, Alumni PTKI harus memiliki Karakter kepribadian kuat atau akhlakul karimah sebagai modal utama. Kedua adalah Intepreunership (kewirausahaan) atau kompetensi tambahan sebagai nilai lebih. Dan yang ketiga baru kita bicara tentang Pintar. Jika anda memiliki tiga hal tersebut insyaallah anda akan selalu memiliki kesempatan dimanapun anda berada.”

Sekretaris Kopertais Wilayah XIV Mataram Dr. H. Nazar Naamy, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan sangat terinspirasi ketika mendengar bacaan Al-Qur’an yang diterjemahkan dalam bahasa Bali. Selain itu, banyaknya tulisan-tulisan tentang moderasi beragama di pulau Bali antara Islam dan Hindu yang beredar, menurutnya perlu mendapat dukungan.

“Ini perlu kita support. Bahwa STAI Denpasar harus dijadikan simbol dan ikon moderasi beragama di Indonesia,” Terangnya

Kemudia ia menambahkan “bahwa STAI Denpasar termasuk ujung tombak moderasi beragama. Dibuktikan dengan kontribusi dan partisipasinya yang telah banyak dilakukan selama ini.” Pungkasnya. (Admin)

https://staidenpasar.ac.id

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*