G
N
I
D
A
O
L

STAI Denpasar Melaksanakan KKN di Nusa Penida

Dosen dan mahasiswa KKN bersama perangkat desa Toyapakeh, Nusa Penida

Setelah mendapatkan kabar by-phone Kepala P3M, Dr. Novena AFR bergegas menuju pulau Nusa Penida. Berangkat pukul 15.00 WITA. Boat yang saya tumpangi dengan nomor lambung SH5 dari Sanur menuju pulau Nusa Penida.

Perjalanan tidak terlalu lama, sekitar 45 menit dengan kecepatan Boat perkiraan 65 Km/jam. Dengan kapasitas kursi penumpang sebanyak 150.

Perubahan dermaga kini sangat bagus. Dan sangat standar sekali, dengan fasilitas yang wah banget. Beberapa hari lalu diresmikan oleh presiden Jokowi.

Saat itu cuaca mendung, dan kondisi gelombang tenang dengan kecepatan yang tidak terlalu kencang. Boat nampak menyisir ke arah pinggir, sehingga Boat melaju cukup lancar.

Sesampainya bibir pantai Nusa Penida para penumpang pun turun dari Boat melewati dermaga dengan aman.

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah saya dapat menginjakkan kaki pertama kali di pulau Nusa Penida dalam rangka menjemput mahasiswa KKN 2022 STAI Denpasar.

Sebelum saya dapat menemui semua mahasiswa KKN 2022 STAI Denpasar dalam benak saya selalu berdoa. Agar para mahasiswa dapat melaksanakan tugas dengan baik.

Lebih dari pada itu para mahasiswa dengan kegiatan KKN tersebut mendapat simpati masyarakat setempat. Dan semua yang dilaksanakan berguna, bermanfaat, dan dapat dilanjutkannya di masa mendatang.

Sesuai tema KKN ke-XII STAI Denpasar, “Memperdayakan Masyarakat Lokal Menuju Era Digital dengan Mengedepankan Adab dan Culture,” tercapai dengan baik.

Pelaksanaan KKN ini dengan harapan dapat mendekatkan insan akademik dengan masyarakat.

Jumari, ketua STAI Denpasar yang menitipkan pesan kepada masyarakat Toyapakeh mengatakan bahwa KKN ini sebagai bagian dari kontribusi insan akademis mewujudkan Recover Together dan Recover Stronger.

“Indikator capaian yakni masyarakat yang semakin tangguh, mandiri, dan selalu survival dalam kondisi apa pun, serta senantiasa dapat hidup bersama dalam damai, aman, dan sentosa,” pungkas Jumari.