STAI Denpasar Bali – Sekretaris Kopertais XIV Mataram Dr. H. Muhammad Sai, MA hadir menyampaikan orasi ilmiah dalam acara Wisuda XIII STAI Denpasar Bali bahwa Kopertais XIV Mataram membawahi 36 perguruan tinggi dari Bali hingga Nusa Tenggara Barat dengan 121 program studi, 1200 dosen dan sekitar 20.000 mahasiswa. Ini merupakan kekuatan dari pendidikan kita yang perlu terus ditingkatkan. (6/12/25)
“Saya menyampaikan pesan Rektor dalam setiap menghadiri acara wisuda, pertama agar bagaimana terus meningkatkan dan menjalin kerjasama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi kita. Pesan kedua, agar terus kita meningkatkan angka akreditasi dari lembaga pendidikan kita, mari tingkatkan kualitas sehingga perguruan tinggi kita mampu bersaing ditengah-tengah tuntutan yakni perguruan tinggi lainnya.”
“Tantangan terbesar pendidikan tinggi kita saat ini sudah menghadapi dunia yang pesat dalam dunia digital, kita sekarang kalau tugas mahasiswa bisa mengambil data dari AI misalnya, apapun tugas bisa dikerjakan. Akan tetapi, ada hal yang tidak pernah bisa digantikan terkait dengan pendidikan. bagaimana jiwa, spiritualitas kita. Maka, inilah yang menjadi tuntutan dari pendidikan kita.” Tuturnya
“Mengacu kepada misi kementerian agama, yaitu bagaimana pendidikan kita yang berbasis pada kurikulum cinta, pendidikan kita menanamkan rasa dan semangat kebersamaan bahwa kita ini tidak mungkin mendapat suatu kemulyaan dan keberhasilan tanpa merajut kebersamaan dalam segala hal. Pendidikan kita ini adalah pendidikan yang tidak hanya cerdas intelektual tapi juga cerdas spiritual. Kita sekarang ini menghadapi dunia itu.”
“Padahal kita sekarang ini setelah menghadapi era 4.0 dimana teknologi segala-galanya, pada saat itu manusia kehilangan kendali terhadap tekmologi yang kita hadapi. Maka mucul satu kritik dengan 5.0, mari kita kembalikan semuanya kepada kemanusiaan kita. Kurikulum cinta yang dikembangkan oleh Menteri Agama adalah bagaimana membangun kebersamaan, realitas kehidupan kita tidak bisa hidup sendiri, kita hidup bersama-sama.”
“Islam mengajarkan kita untuksaling tolong menolong dalam kebaikan dan melarang tindakan destruktif yang mendatangkan perpecahan. Rasulullah Saw mengingatkaan dalam sabdanya, seorang muslim sejati yang merupakan hasil dari sebuah pendidikan adalah seorang muslim yang mampu merajut kebahagiaan, ia menjaga lisann dan tindakannya. Itulah menjadi cikal bakal dari kehidupan muslim yang sejati.” Ungkapnya
“Kurikulum cinta mengajarkan kita saling menghormati dan saling menjaga, keragaman merupakan fitrah dari Allah Swt, maka yang dilakukan adalah bagaimana agar saling menghormati. Niali-nilai kebersamaan dajarkan dalam Islam. Transformasi pendidikan bukan saja alih ilmu dari satu generasi kegenerasi lain, tapi yang dilakukan adalah transformasi nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan kita.”
“Kedua, misi besar dari Kementerian Agama sekarang adalah ekoteologis, bagaimana menjaga alam kita bersasarkan nilai-nilai keruhanian. Islam mengajarkan kita bagaimana menjaga lingkungan, seperti musibah besar sebagaimana di Sumatera yang terjadi tidak begitu saja tapi ini bisa saja terjadi dari tindakan-tindakan dari manusia itu sendiri. Ekotelogi mengajarkan pada bagaimana menjaga alam dari nilai-nilai ketuhanan.”
“Diakhir orasi ilmiahnya beliau mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan mudah-mudahan ilmu yang didapatkan mendapatkan keberkahan dari Allah Swt, dan jangan lupa kepada jasa para guru-guru kita, karena merekalah yang pernah mengajarkan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan dengan itu semua kita akan mendapatkan keberkahan.” Pungkasnya
